21/09/2017

Enam Tahun Kiprah KMP Sumut II Nainggolan-Muara

Resmi mulai berlayar pada tanggal 16 Februari 2011 silam, kini kapal penyeberangan plat merah KMP Sumut II sudah lebih enam tahun melayani penumpang dari Sipinggan Kecamatan Nainggolan-Samosir ke Kecamatan Muara-Tapanuli Utara.
Kapal penyeberangan yang ditujukan untuk mendukung peningkatan jumlah kunjungan pariwisata ke Pulau Samosir sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi untuk kedua daerah ini, sepertinya masih jauh dari apa yang diharapkan.

Dijadwalkan berlayar tiga kali seminggu, dari Nainggolan menuju Muara, pengguna jasa penyeberangan KMP Sumut II masih cukup sepi. Sekalipun rute yang dilayani terintegrasi dengan Bandara Silangit yang jaraknya cukup dekat dari Kecamatan Muara. Sepinya minat pengguna jasa penyeberangan KMP Sumut II ini, tidak hanya terlihat pada hari biasa, namun hal ini juga terjadi pada hari libur, parahnya lagi tak jarang KMP Sumut II malah tidak ada jelang hari libur keagamaan, yakni Lebaran, Natal maupun Tahun baru dengan alasan rusak atau sedang diperbaiki.

Dari segi fasilitas penunjang, KMP Sumut II dapat dikategorikan cukup bagus, mulai dari dermaga yang dibangun cukup megah hingga fasilitas dalam KMP Sumut II itu sendiri. Sementara untuk jarak maupun waktu tempuh, dengan kecepatan standar KMP Sumut II Sipinggan-Muara hanya butuh waktu 50 hingga 60 menit saja.
Namun entah apa gerangan, sehingga kapal penyeberangan KMP Sumut II yang sudah menginjak usia enam tahun lebih itu hingga kini belum menunjukkan titik perkembangan yang cukup berarti bagi kedua daerah yang dilayani.

Mengingat parahnya jumlah antrian kendaraan pengguna jasa penyeberangan KM Tao Toba di daerah Ajibata-Tobasa maupun Tomok-Samosir yang hampir setiap tahun baik hari libur panjang, jelang Natal dan Tahun Baru, masih terjadi. Harusnya fasilitas penyeberangan milik pemerintah ini, bisa membantu dalam mengurai kondisi mengularnya antrian kendaraan yang akan menyeberang ke Samosir maupun ke Ajibata.

Belakangan KMP Sumut II diberi jatah tambahan untuk melayani rute penyeberangan dari Onan Runggu menuju Balige-Tobasa, walau hanya satu kali dalam seminggu dengan jam berlayar satu kali saja, naumung kondisi berbeda cukup terlihat khususnya untuk volume kendaraan maupu penumpang yang di angkut. Untuk rute ini (Onan Runggu menuju Balige-Tobasa), jumlah penumpang, baik orang maupun kendaraan, jauh lebih banyak dibanding rute Nainggolan-Muara.

Akankah kondisi minimnya pengguna jasa KMP Sumut II untuk rute penyeberangan Nainggolan-Muara terus berlanjut? Ikuti terus perkembangan informasnya melalui media Bona Pasogit News.

Artikel Terkait

Untuk kritik dan saran terkait tulisan ini, hubungi kami melalui kotak yang tersedia. Salam Bonapasogit. Terimakasih