23/09/2017

Ini Potret Keadaan Tano Ponggol Sekarang

Tano Ponggol atau terusan yang memisahkan Pulau Samosir dengan Pulau Sumatera, terletak di daerah Pangururan Ibu Kota Samosir. Dari namanya yakni "Tano Ponggol" tentu sedikit dapat diartikan bahwa terusan tersebut terbentuk atas hasil karya manusia. Dan menurut sejarah, Samosir dulunya menyatu dengan Pulau Sumatera, lalu sekitar tahun 1905, warga setempat melakukan kerja keras menggali tanah sekitar 2 km yakni dari lokasi Sitanggang Bau hingga Tajur dibawah komando tentara Belanda, hingga terusan tersebut terbentuk lalu memisahkan Samosir dari Pulau Sumatera. Kemudia sekitar tahun 1913 terusan Tano Ponggol diresmikan oleh kerajaan Belanda.
Kondisi Tano Ponggol Pada Tahun 2011
Awalnya, terusan Tano Ponggol dapat dilalui Solu Bolon atau sejenis perahu, hingga puluhan tahun kemudian lokasi Tano Ponggol masih dapat dilalui oleh sejumlah kapal penumpang berukuran sedang di Danau Toba.

Pada tahun 2011 atau enam tahun silam, lokasi Tano Ponggol masih bisa dilalui moda transportasi Danau Toba, namun sayang, empat tahun kemudian lokasi ini tak dapat lagi dilalui kapal penumpang.
Musim kemarau yang berkepanjangan yang terjadi tahun lalu menjadi salah satu penyebab penyempitan terusan Tano Ponggol karena debit air Danau Toba mengalami penyusutan yang cukup drastis. Hingga saat ini, terusan Tano Ponggol hanya dapat dilalui oleh sampan.
Kondisi Tano Ponggol Pada Tahun 2017
Sebelumnya, pada bulam Maret 2017 lalu, normalisasi terusan Tano Ponggol sudah dilakukan, 12 meter menjadi 100 meter. Program dua tahunan yang menelan dana sebesar Rp160 miliar tersebut, rencananya akan tuntas pada tahun 2018 mendatang hingga kapal penumpang dapat kembali melintas di kawasan Tano Ponggol.

Artikel Terkait

Untuk kritik dan saran terkait tulisan ini, hubungi kami melalui kotak yang tersedia. Salam Bonapasogit. Terimakasih