12/10/2017

Disiplin Belajar Ala Taiwan Oleh Santa Maria Pangaribuan

Taiwan adalah salah satu negara di kawasan Asia Timur yang sampai saat ini hanya Kota Vatikan dan 21 negara PBB yang secara resmi mengakui kemerdakaan Taiwan. Banyak negara di dunia temasuk Republik Rakyat Cina secara resmi tidak mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Taiwan sering disebut negara Formosa (Pulau yang Indah) sejak Portugis menemukan pulau Taiwan pada abad ke-16. Walaupun demikian, Taiwan merupakan negara Republik demokratis pertama di Asia. Sampai saat ini Taiwan bebas memilih siapa yang akan menjadi presidennya. Bahasa nasional Taiwan adalah mandarin dan masih menggunakan karakter cina tradisinional dalam tulisan.

Sebelum saya menginjakkan kaki di negara formosa ini, saya pernah membaca beberapa tulisantentang tradisi  orang-orang Taiwan sangat terkenal diantaranya tentang kedisiplinan dan semangat belajar yang tinggi. Tak sekedar membaca, akhirnya, saya benar-benar bisa melihat langsung. Kurang lebih 2 bulan saya menjalani kehidupan di Negara Taiwan khsusunya di Taipei City, saya sangat takjub akan banyak hal di negara yang berada di Asia Timur ini baik dalam ketepatan waktu, disiplin belajar, keramahan, semangat kerja, budaya antri yang sangat baik, keteraturan lalu lintas, kebiasaan olahraga yang baik, transportasi yang nyaman dan masih banyak lagi. Namun, Saya akan sedikit bercerita tentang Disiplin Belajar ala Taiwan.

Saya kebetulan tinggal di sebuah Rumah kontarakan di Lantai 5. Selama 3 minggu saya tinggal disini, di pintu masuk saya sering bertemu dengan seorang anak laki-laki kira-kira berusia 16 tahun penghuni Apartment lantai 3 yang masih menggunakan pakaian sekolah sekitar pukul 19.00. Dengan bahasa mandarin yang cukup-cukup makan saya memberanikah diri bertanya Cong nali (darimana?). Dia menjawab dengan singkat Xuexioa (sekolah). Karena rasa penasaran. Akhirnya sayamenanyakan hal ini kepada teman saya yang merupakan orang asli Taiwan. Dia memberikan penjelasan yang membuat saya takjub bahwa waktu belajar untuk anak SD dan SMP dimulai pukul 08.00 dan pulang jam 15.30. sedangkan untuk siswa SMP dan SMA dimulai pukul 08.00 dan pulang pukul 17.00. Dan mereka bisa pulang lebih lama lagi jika ada kegiatan/ekstrakulikuler tambahan. Uniknya, selama waktu tersebut di sekolah ada waktu khusus untuk siswa makan siang dan tidur siang, mungkin karena waktu yang cukup panjang di sekolah. Jadi sangat wajar anak-anak sekolah disini akan tiba di rumah setelah matahari terbenam. Sejak di bangku sekolah mereka sudah dibiasakan untuk displin dalam belajar dan memanfaatkan waktu di sekolah sebaik mungkin.

Taipei Medical University, Kampus dimana saya akan menyelesaikan  studi S2 saya selama 2 tahun ke depan, dimana mahasiswanya dominan berasal dari mahasiswa lokal (Taiwan) sendiri. Saya merasakan semangat belajar yang tinggi di tempat ini. Mahasiswa dan Dosen sangat menghargai waktu. Tidak ada toleransi untuk keterlamabatan. Mereka memaanfaatkan waktu sangat baik. Mereka akan menghabiskan banyak waktu untuk belajar atau kegiatan seperti olahraga ataupun seni. Selama 2 bulan saya belum pernah menemukan mahasiswa disini menghabiskan waktu yang lama untuk sekedar nongkrong di kantin. Namun, mereka rela menghabiskan banyak waktu di perpustakaan ataupun student studio. Tak heran saat masuk ke perpustakaan maupun student studio kita akan menemukan mahasiswa ketiduran di meja baca.

Selain perpustakaan, ada satu bangunan yang disediakan oleh kampus yaitu Student Studio. Ruangan ini terdiri dari sekitar 100 meja belajar yang dilengkapi dengan lampu belajar. Ruangan ini mulai dibuka setiap jam 8.00 pagi sampai ditutup kembali jam 00.00. Saya berpikir bahwa tempat ini akan jarang dikunjungi mahasiswa karena suasana yang sangat kondusif, hening, hanya terlihat orang-orang yang serius membaca buku, belajar, ataupun bermain laptop atau mungkin penuh hanya di jam kuliah antara senin-jumat saja, Oh ternyata TIDAK, sabtu minggu bahkan hari Libur nasional, ruangan ini dipenuhi oleh dominan mahasiswa lokal maupun internationaluntuk belajar, membaca dan memang mereka sangat terlihat serius.

Mereka menghabiskan waktu seharian untuk belajar dan hanya pergi sebentar meninggalkan meja baca untuk sekedar makan siang atau makan malam dan kembali lagi melanjutkan aktivitas belajar di tempat ini. Lagi-lagi membuat saya tercengang. Sabtu, Minggu atau libur nasional yang menjadi hari libur untuk mahasiswa justru dimanfaatkan untuk belajar di tempat ini. suatu hari saya sengaja datang ke tempat ini dari sore sampai tempat ini ditutup dan apa yang saya lihat, setiap orang fokus untuk membaca, belajar dan kursi-kursi masih terisi penuh hingga pukul 23.30. Disiplin untuk belajar di Taiwan sudah menjadi sebuah kebiasaan yang baik.

Akhirnya, kebiasaan baik ini perlahan-perlahan tertanam dalam diri saya, saya memilih menghabiskan waktu di Perpustakaan atau Student Studio untuk sekedar bermain laptop,belajar dan membaca. Tak ingin membandingkan tapi hal baik, hal positif bisa ditiru untuk suatu tujuan yang baik pula. Tak salah kalau Taiwan menjadi negara tujuan untuk melanjutkan studi. 
Semangat belajar dan membaca ala Taiwan patut kita tiru khususnya kita sebagai siswa maupun mahasiswa yang berasal dari Tapanuli Utara (Kota Kelahiran saya) yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa di negara kita tercinta, Indonesia.

Salam rindu untuk Kota Tercinta, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara 
Taiwan, 10 oktober 2017 

Santa Maria Pangaribuan (Mahasiswa S2 Taipei Medical University, Taiwan)


Artikel Terkait

Untuk kritik dan saran terkait tulisan ini, hubungi kami melalui kotak yang tersedia. Salam Bonapasogit. Terimakasih