05/12/2017

Sadis Ternak Kerbau Disiksa. Kaki Belakang Nyaris Putus

Potret se ekor ternak kerbau dengan kondisi kedua kaki belakang yang nyaris putus dan bagian punggung penuh dengan luka menganga akibat dihantam benda tajam, menyita perhatian dari sejumlag pengguna soaial media facebook.

Kejadian yang menurut pengguna sosial media sekaligus anggota keluarga dari pemilik ternak dengan akun facebook Maria Situmorang, berlokasi di Desa Sideak Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir ini dan sesuai keterangan yang disampaikan Maria Situmorang, perlakuan sadis yang terjadi terhadap terak kerbau tersebut berawal saat ternak kerbau milik keluarga Maria Situmorang menghampiri tanaman salah satu warga setempat. Sementara pemilik lahan telah membuat suatu perangkap berupa jaring, akhirnya ternak kerbau tersebut terjaring lalu di bantai oleh pemilih lokasi tanaman.

Postingan Maria Situmorang yang di unggah ke facebook tersebut, sontak menuai ratusan komentar yang rata-rata berisi hujatan dan rasa iba terkait sejumlah luka sadis yang takpak jelas di foto yang di unggah sekitar pukul 20.00 (5/12).
Maria Situmorang juga menjelaskan bahwasanya postingan yang ternyata mendapat ratusan komentar tersebut, murni merupakan ungkapan perasaan selaku pemilik ternak.

Sejumlah pengguna facebook yang turut berkomentar di postingan facebook Maria Situmorang, sebagian besar merupakan anak rantau Bonapasogit yang tentu saja memiliki pengalaman saat menggembalakan ternak khususnya kerbau saat masih tinggal di kampung halaman.

Sebagaimana diketahui bahwa warga Bonapasogit umumnya memiliki ternak kerbau, selain dapat di jual dengan harga yang cukup mahal, ternak kerbau juga difungsikan sebagai alat untuk membajak lahan sawah jauh sebelum teknology pertanian dikenal di Bonapasogit.

Maka tak heran jika sejumlah anak rantau memiliki kisah unik masing-masing terkait kedekatan masa kecil mereka dengan ternak yang satu ini.

Melihat kejadian ini, sepertinya penegasan terkait Peraturan Desa tentang sanksi-sanksi terhadap pemilik ternak yang lalai dalam memelihara ternaknya perlu di perjelas. Agar perlakuan dengan menyiksa ternak secara sadis tidak terulang lagi di Bonapasogit. Sehingga Perdes tentang penertiban ternak dan sanksi yang di atur dalam perturan tersebut tak hanya sekedar pelengkap dalam struktur pemerintahan Desa di Bonapasogit.

Artikel Terkait

Untuk kritik dan saran terkait tulisan ini, hubungi kami melalui kotak yang tersedia. Salam Bonapasogit. Terimakasih

Newest Post