Saturday, 23 June 2018

Nyaris Tenggelam, Satu Orang Penumpang KM.Risma Marisi Belum Ditemukan

Jumat sekitar pukul 20.00 wib, kecelakaan kapal motor terjadi di perairan danau toba tepanya di kawasan Nainggolan-Samosir.
Informasi yang di himpun media ini di lokasi kejadian menyebutkan bahwa KM.Risma Marisi tengah mengantarkan beberapa orang penumpang ke daerah Nainggolan-Samosir, setelah itu KM.Risma Marisi bertolak dari Nainggolan menuju Pulau Sibandang. Beberapa saat kemudian setelah sekitar 500 meter dari Nainggolan mesin KM.Risma Marisi tiba-tiba sehingga kapal terdampar dan menabrak tumpukan bambu yang letaknya tak jauh dari pelabuhan Nainggolan tepatnya di daerah pantai Lumban Siantar.

Dua orang penumpang KM.Risma Marisi (Joipan Situmorang dan Rahmat) turun dari kapal untuk mendorong KM.Risma Marisi yang sudah terdampar tesebut dan berusaha mengikat KM.Risma Marisi agar tidak terbawa angin yang memang pada saat kejadian cuaca buruk yakni angin kencang disertai hujan sedang terjadi di daerah Nainggolan. Namun usaha dari kedua penumpang yang juga merupakan kerabat dari pemilik kapal tersebut tak membuahkan hasil hingga tak lama kemudia kapal terbawa angin kembali ke tengah danau sementara kedua orang yang berusaha mendorong kapal KM.Risma Marisi berupaya menyelamatkan diri, sayangnya hanya Joipan Situmorang yang berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke tepi danau sementara Rahmat Dani yang diduga kelelahan hingga kini masih dalam pencarian.

Saat kondisi kapal terombang-ambing akibat terpaan hujan dan angin kencang yang memicu ombak besar, Joipan Situmorang yang berhasil menyelamatkan diri segera meminta pertolongan dengan mendatangi seraya memberitahukan peristiwa tersebut kepada warga Nainggolan yang berada di Pelabuhan Nainggolan hingga tak lama kemudian dua unit kapal yang tengah bersandar di tepi pantai Nainggolan bergegas melakukan pertolongan dan kemudian berhasil mengefakuasi kapal KM.Risma Marisi yang nyaris tenggelam tersebut ke tepian danau toba dengan cara di tarik.

Saat ini empat orang penumpang kapal KM.Risma Marisi yakni Joipan Situmorang, Monang Lumbanraja, Sahat Simorangkir dan Jolom Sipayung tengah dirawat di Puskesmas Onan Sirait sementara Rahmat Dani masih belum di temukan dan sedang dalam pencarian oleh unit BPBD Kab.Samosir, Polres Samosir dibantu oleh masyarakat Nainggolan.


Wednesday, 20 June 2018

Kecelakaan KM.Sinar Bangun Dibayar Mahal

Kita harus membayar mahal akibat sebuah kecerobohan. Kesedihan berkepanjangan dan nama baik Danau Toba turut tergerus. Tak bisa dinilai dengan uang. Jadi, tidak cukup bicara Rp 21 triliun, kita harus peduli nasib manusia. Mari kita obati dengan hati, perubahan pola pikir. Kita semakin mengasihi, menghargai nyawa manusia, lebih dari yang lainnya.

Sejak tadi malam saya membaca kesaksian kesaksian penumpang KM Sinar Bangun yang selamat, dan jeritan keluarga, teman korban yang hilang dan belum diketemukan.
Saya tidak bisa membayangkan perasaan orang tua Roy Pancer Sirait, Mahasiswa Fakultas Hukum USI, Pematangsiantar yang konon akan wisuda Oktober mendatang, tiba tiba hilang, dan belum diketemukan hingga sekarang, seperti dikisahkan Dekan Fakultas Hukum USI Humala Sitinjak.
Begitu nasib Lusi Nurbayati Sitanggang, mahasiswa semester 6 kel. B Pagi Prodi Akuntansi STIE Sultan Agung, yang sampai saat ini belum ditemukan. Dia bersama abangnya Manan Sitanggang (nomor urut 49). Seperti dilaporkan Bapak Darwin Lie, Ketua STIE Sultan Agung, Pematangsiantar.
Saya tidak bisa membayangkan perasaan Juwita Sumbayak, yang selamat, tapi suami dan dua anaknya, belasan teman dan keluarganya, hilang hingga sekarang.

Dia selamat karena sebuah helm di tangannya, dan ketika Ferry lewat, dia dapat menjangkau kapal.
"Ada 18 orang lagi keluarga saya yang berada di Danau Toba, termasuk anak dan suami. Mereka semua tidak bisa berenang," katanya sambil menangis, seperti disiarkan media cetak dan televisi.
Itulah sekilas penderitaan mahluk Tuhan, setelah peristiwa naas tenggelamnya KM Sinar Bangun.
Ada puluhan dan mungkin ratusan kisah sedih lain yang dialami oleh keluarga korban, maupun mereka yang selamat.

Semua ini tidak dapat kita obati secara fisik. Mereka menderita trauma yang luar biasa, dan harus mendapat perhatian serius. Tidak cukup hanya dengan pemberian asuransi, uang duka. Apalagi kini masih puluhan atau ratusan anggota keluarga mereka belum ditemukan. Kecelakaan KM Sinar Bangun akan membawa kenangan pahit, yang tidak akan sembuh dalam hitungan bulan.
Pemerintah harus serius menangani pencarian dan memberi penanganan trauma healing bagi keluarga korban, maupun mereka yang selamat.

Tak mampu lagi kutuliskan apa apa pagi ini. Saya dan jutaan rakyat berharap kiranya pencarian korban yang hilang berhasil dilakukan. Penemuan korban, mungkin akan dapat mengobati sedikit penderitaan keluarga, teman teman korban.
Sebagaimana diberitakan media nasional dan internasional, KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, dalam pelayaran Simanindo menuju Tigaras. 18 selamat, 1 meninggal dan lebih dari seratus orang hilang. Danau Toba, kini menjadi perhatian dunia. Media nasional, internasional kini menyorot kesedihan ini, bukan indahnya Danau Toba!
Kecerobohan, dan safety first yang hanya di bibir harus kita bayar dengan harga yang luar biasa mahalnya.

Sedih!
Mari, kita mendoakan semua korban yang selamat, keluarga korban yang masih hilang, pemerintah dan tim Basarnas, pengusaha kapal di Danau Toba.
Jujurlah, jangan serakah! Tuluslah jangan berbohong. Hai para pengusaha kapal di Danau Toba sadarlah. Kasihilah sesamamu (bagi yang belum, bagi pemilik kapal yang tidak menyedikan pelampung, muatan lebih). Jalankan usahamu dengan jujur.
Hai yang mulia pemerintah, kasihanilah kami rakyatmu yang tak berdaya ini, hargai nyawa kami, empatilah kesedihan kami. "Begitulah getirnya, ketika KM Peldatari yg padat muatan penumpang, karam menjelang pelabuhan Tomok Samosir thn 1997. Mangandungi hita sude. (Kita menangis) 

Kita teriak menjerit agar diperbaiiki semua aspek pelayanan kapal penompang di perairan Danau Toba. Sekarang musibah yg sama terjadi lagi. Tidak ada manifes, tidak ada tiket, tidak ada pelampung. Semoga ini yang terakhir" tulis teman saya Eliakim Sitorus
Oleh: Jannerson Girsang

Tuesday, 19 June 2018

Kronologi Tenggelamnya KM Sinar Bangun Sesuai Keterangan Korban Yang Selamat

Senin 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.30 WIB KM Sinar Bangun yang mengangkut penumpang dari Pelabuhan Simanindo-Samosir menuju Tigaras-Simalungun, tenggelam di perairan Danau Toba. Tim SAR yang terdiri dari pihak Kepolisian, TNI, Basarnas dan masyarakat terus melakukan upaya pencarian hingga hari ini (19/6).

Riko Saputra warga Kota Pinang yang berlibur ke Samosir merupakan salah satu korban yang selamat dari tragedi nahas tenggelamnya KM Sinar Bangun menyebutkan kronologi tenggelamnya KM Sinar Bangun kepada awak media. Menurut keterangan Riko Saputra, setelah beberapa saat berangkat dari pelabuhan Simanido-Samosir, kondisi perairan Danau Toba masih tampak biasa (tidak berombak) tak lama kemudian kondisi berobah, dimana ombak mulai besar yang disertai angin kencang. Sebelum tenggelam KM Sinar Bangun oleng kekanan. Kepanikan penumpang KM Sinar Bangun pun mulai memuncak ketika obak besar menghantam kapal. Puluhan sepedamotor yang berada di dalam kapal, menurut Riko Saputra ikut oleng ke kanan hingga kapal terbalik. Ketika kapal terbalik Riko S berjuang keluar dari dalam kapal. Dengan kemampuan berenang, Riko dapat lolos dari maut dan berhasil keluar ke permukaan bersama sejumlah orang lainnya yang selamat.

"Sebagian besar yang selamat itu pegang helm. Karena saya juga pegang helm, jadi posisi masih bisa mengapung. Itupun kalau penyelamat tidak segera datang, kami tidak tahu lagi sampai berapa lama bisa bertahan. Karena kondisinya ombak besar,” tutur Roko Saputra kepada awak media di Puskesmas Simarmata-Samosir.

Keterangan yang sama juga datan dari Juwita Saragih Sumbayak, Juwita menyebutkan peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba akibat jumlah penumpang yang sudah melebihi kapasitas kapal. Ombak besar yang dipicu oleh angin kencang menghempas KM Sinar Bangun hingga kapal oleng ke kanan dan penumpang berhamburan ke danau kemudian kapalpun terbalik. Menurut Juwita, dirinya bisa selamat karena ada kapal feri yang datang saat dia dan beberapa orang lainnya tengah terombang-ambing.

Pasca tenggelamnya KM Sinar Bangun Senin 18 Juni 2018 lalu, upaya pencarian terus di lakukan sekalipun hingga Selasa 19 Juni 2018 pada pukul 18.00 WIB puluhan korban belum ditemukan. Pencarian korban dengan penyisiran sesuai arah angin di lokasi kejadian yang melibatkan petugas gabungan TNI-Polri dan Basarnas bersama masyarakat yang juga menggunakan kapal-kapal penumpang milik warga setempat. Penyisiran dilakukan dengan radius yang cukup luas, yakni mulai dari daerah Ambarita, Tuktuk hingga ke kawasan Parapat dan Ajibata. Tim penyelam dari Angkatan Laut juga sudah tiba di Simanindo, tem tersebut rencananya akan melakukan pencarian dengan mempokuskan penyelaman di lokasi terbaliknya KM Sinar Bangun.

Hingga upaya pencarian di hentikan sementara pada pukul 18.00 WIB sore tadi, jumlah korban yang berhasil selamat masih sebanyak 18 orang, sementara jumlah korban meninggal 1 orang. Sementara itu, jumlah korban yang belum di temukan hingga saat ini masih simpang siur akibat tidak adanya manifest penumpang KM Sinar Bangun. Namun demikian, sesuai informasi yang di peroleh dari posko pengaduan di Simanindo-Samosir, jumlah korban yang dilaporkan hilang mencapai 94 orang sementara informasi yang diperoleh dari posko pengaduan di Tigaras-Simalungun mencapai 105 orang. Jumlah tersebut diperoleh berdasarkan laporan keluarga korban yang mendatangi posko pengaduan untuk mengetahui keberadaan keluarga mereka. Untuk memastikan data tersebut kedua posko pengaduan yang berada di pelabuhan Simanindo dan Tigaras akan melakukan sinkronisasi data.

Sesuai data sementara yang di sampaikan Divisi Humas Polri, jumlah korban yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan sebanyak 94 orang:
1. Resmi Sinaga, PR, alamat perasmian Kec. Dolok silau Kab. Simalungun
2. Khayrani Handayani, PR, Medan Jl. SM raja Gg. Mandailing
3. Inksan Zulkarnaen, L, delitua
4. Bayu, L, delitua pasar 9
5. Nony Zoya, PR, Titikuning Medan
6. Ferry Sembiring, L, Brastagi
7. Novia Barus, P, Marindal Medan
8. Pandi, L, Delitua Gang Satria
9. Jandur Simarmata, L, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
10. Tiar Silaban, PR, Desa sihusapi Kec. Simanindo
11. Ami Elisabet Sitindaon, PR, Desa sihusapi Kec. Simanindo
12. Gresia Simarmata, PR, Desa Sihusapi Kec. Simanindo
13. Berliana Sipayung, PR, simpang bage Seribu Dolok
14. Demensis Purba Tambak, L, simpang bage saribu Dolok
15. Hotman Manik, L, Sidamanik parmahan
16. Hotman Nainggolan, L, sionggang parmahanan
17. Dorman Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
18. Ledak Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
19. Basaria Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
20. Bungaran Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
21. Jaya Sidauruk, L, Desa simanindo
22. Riani Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
23. Jonveldi Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
24. Nicholas Nainggolan, L, Sionggang P. Siantar
25. Astrid Nainggolan, PR, Sionggang P. Siantar
26. Lilis Lubis, Pr, Sionggnang P. Siantar
27. Melinton Nainggolan, L, Sionggnang P. Siantar
28. Hasiolan Sidabutar, L, Sionggnang P. Siantar
29. Jornelin Andreas Purba, L, purba Saribu haranggaol
30. Nova Sulastri Sijabat, Pr, alamat Naga Pane tiga tunggu
31. Pardamean Purba, L
32. Gonggong Simarmata, L
33. Jonner Silalahi, L
34. Ader Nainggolan, L, Simpang haranggaol kab. Simalungun
35. Loncer Nainggolan, L, Simpang haranggaol kab. Simalungun
36. Selma Sinaga, P, salbe tiga ras kab. Simalungun
37. Atur Sinaga, Pr, salbe tiga ras kab. Simalungun
38. Ranto fajar Siregar, L, simantintolu Kab. Simalungun
39. Yeni, Pr, manik uluan Kab. Simalungun
40. Niko, L, manik uluan Kab. Simalungun
41. Doni, L, manik uluan Kab. Simalungun
42. Febri, Pr, manik uluan Kab. Simalungun
43. Maya, Pr, manik uluan Kab. Simalungun
44. No, L, manik uluan Kab. Simalungun
45. Riski, L, manik uluan
46. Obet Hutahuruk, L, kec. harian
47. Trisman renol Simarmata, L, jln. Puan gunung purba Depok
48. Juliana Suraida, Pr, jln. Puan gunung purba Depok
49. Manan Sitanggang, L, P. Siantar
50. Lusi Nurbayati Sitanggang, P, alamat Siantar
51. Lucky Pratama, L, alamat Siantar
52. Mei a. Siadari, Pr, Siantar
53. Fery Panggabean, L, Siantar
54. Halomoan Siagian, L, kec. Pardamean Kab. Simalungun
55. Wasinton Silalahi, L, Kec. Pardamean kab. Samosir
56. Toyan Bakkara, L, Bah Butong hutabayu Kab. Sima
57. Arifin Lubis (partuak), L, ambarisan Sidamanik Simalungun
58. Sahala Marbun, L, desa cinta dame (sinuan)
59. Mardingot Nainggolan L, Sidamanik
60. Joel Manurung, L, Sidamanik (bah birong)
61. Sinta Pakpahan, Pr, Medan
62. Berman Sitio, L, Medan
63. Poltak Sitio, L, Medan
64. Tuammin Sitio, Pr, Medan
65. Yudi Syamsudin, L, karang sari Siantar
66. Sri Wahyuni, Pr, Karang sari Siantar
67. Rahmansyah, L, Karang sari Siantar
68. Gusti, Pr, karang sari P. Siantar
69. M. Ali Imron Batu bara, L, Medan
70. Ade Fauzia, Pr, Medan Panglima Denai
71. Ramli Simbolon, L, Tebing tinggi
72. Peter Simbolon, L, Tebing tinggi
73. Dinda Fuji Lestari, Pr, Pematang Siantar
74. Yusuf, L, pematang Siantar
75. Dimas, L, pematang Siantar
76. Fitri, Pr, Pematang Siantar
77. Ayu Safitri, Pr, kota pinang
78. Nisa Hastari, Pr, tanjung Medan
79. Bayu Saputra, L, Marelan
80. Muhamad nursaid Sinaga, L, kampung duren Medan
81. Jonathan Tampubolon, L, lubuk pakam
82. Akmal Nainggolan, L, Sidamanik
83. Siti arbiah, Pr, P. Siantar
84. Richat Sianturi, L, P. Siantar
85. Alfaruk Siahaan, L, P. Siantar
86. Muhammad Aldiansyah, L, P. Siantar
87. Yugo Alfiano, L, P. Siantar
88. Ifan, L, Kuala Tanjung
89. Wawan, L, negeri Bayu P. Siantar
90. Rusmadi, L, tebing tinggi
91. Rudy Anto Siboro, L, Simpang Raya P. Siantar
92. Marsinta Sijabat, Pr, Simpang Raya P. Siantar
93. Anak dari ibu marsinta Sijabat, Pr, umur 7 tahun, Simpang Raya P. Siantar
94. Roy Sirait, L, Panei Tonga Simalungun.

Monday, 18 June 2018

Kapal Terbalik Di Danau Toba. Wakil Bupati Samosir: 'Akibat Cuaca Buruk"

Simpang siur informasi yang beredar di media online dan sosial media terkait musibah yang menimpa KM. Sinar Bangun rute Simanindo-Tigaras, (18/6) akhirnya mendapat penjelasan dari Wakil Bupati Samosir Ir.Juang Sinaga. Wakil Bupati Juang Sinaga melalui wawancara yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi menjelaskan kronologi terbaliknya KM Sinar Bangun diperairan Danau Toba. "Ketika kapal KM Sinar Bangun bertolak dari Pelabuhan Simanindo (Samosir) menuju Tigaras (Kab.Simalungun) tepat pada pukul 05.00 Wib sore hari, diperkirakan di pertengahan perairan Danau Toba antara Simanindo-Tigaras, kejadian tersebut secara tiba-tiba ombak kencang dan itulah sebagai penyebab daripada kapal tersebut (terbalik-red). Informasi ini kita dapatkan dari korban yang hidup dan juga dari kapal penolong yang melakukan pertolongan" papar Wakil Bupati Samosir.

Sesuai informasi yang disampaikan oleh Wakil Bupati Samosir kepada pihak media televisi yang melakukan wawancara langsung lewat sambungan telepon menyebutkan bahwa jumlah korban yang berhasil diselamatkan, hingga pukul 19.00 WIB sebanyak 18 orang, sebanyak 14 orang dirawat di Kabupaten Samosir dan 4 orang di Kabupaten Simalungun. Sementara jumlah korban yang dinyatakan meninggal sebanyak dua orang, yakni satu di Kabupaten Samosir dan satu lagi di Kabupaten Simalungun.

Sejak kejadin tersebut, Pemerintah Kabupaten Samosir dan seluruh masyarakat juga dari pihak Kepolisian Resor Samosir maupun TNI sedang melakukan pencarian. Namun pencarian terpaksa harus di hentikan untuk sementara akibat ketinggian ombak disertai angin kencang masih berlangsung di perairan Danau Toba khususnya di daerah Simanindo-Tigaras. Pencarian terhadap korban lainnya akan dilanjutkan jika cuaca buruk berangsur normal dan memungkinkan untuk melakukan pencarian. Dan pihak Pemkab Samosir bersama tim yang melakukan pertolongan sebelumnya sudah menyebarkan sejumlah pelampung di lokasi kejadian.


Dari sejumlah video amatir yang berhasil di abadikan oleh penumpang kapal ferry KMP Sumut II, tampak para korban berusaha menyelamatkan diri menghampiri KMP Sumut II yang berusaha melakukan penyelamatan terhadap korban. Ironisnya, para korban yang tengah menyelamatkan diri tampak tidak menggunakan pelampung hingga tanggapan terkait KM Sinar Bangun tidak memiliki sistem penyelamatan dini atau pelampung, menimbulkan perdebatan dikalangan para netizen yang melihat video-video amatir tersebut yang dengan capat berdar di sosial media.

Berikut daftar nama korban yang selamat dan sedang dirawat:

  1. Hernando lingga, lk 24 Tj. Morawa (RSUD hadrianus Sinaga)
  2. Sri Santika, pr 26 Kuala tanjung (RSUD hadrianus Sinaga)
  3. Rahman Saputra, lk 22 Indrapura (RSUD hadrianus Sinaga)
  4. Riko Sijabat, lk 26 kota pinang (Puskesmas Simarmata)
  5. Tiambuns Situmorang, pr 16 Aek kanopan (Puskesmas Simarmata)
  6. Hermanto turnip, lk 27 tigaras(Puskesmas Simarmata)
  7. Suhendra lk 22 p. Siantar (Puskesmas Simarmata)
  8. Sandri Sianturi lk 23 lubuk PAKAM (Puskesmas Simarmata)
  9. Dedi Setiawan lk 22 lubuk PAKAM (Puskesmas Simarmata)
  10. Hafni pr 29 p. Siantar (Puskesmas Simarmata)
  11. Toni lk 29 kota pinang (Puskesmas Simarmata)
  12. Roni lk 17 simpang raja huta (Puskesmas Simarmata)
  13. Rudi Wibowo lk 22 binjai (Puskesmas Simarmata)
  14. Muhammad Fitri lk 21 Indrapura (Puskesmas tigaras)
  15. Heri Nainggolan lk 23 panitonga (Puskesmas tigaras)
  16. Jamuda lk 17 parbungabunga (Puskesmas tigaras)
  17. Juita morga pr. Serbelawan (Puskesmas tigaras)
  18. Josua sinaga lk 18 simpang raja huta (Puskesmas Simarmata)

KM Sinar Bangun Rute Tiga Ras-Simanindo Terbalik Di Danau Toba

Kabar duka menghampiri Danau Toba, Senin 18 Juni 2018 sekitar pukul 17.00 WIB, KM Sinar Bangun tujuan Tiga Ras-Simanindo berpenumpang ratusan orang mengalami kecelakaan. Kapal yang membawa penumpang yang diperkirakan mencapai ratusan orang tersebut terbalik di perairan Danau Toba.

Dari musibah yang menimpa KM.Sinar Bangun tujuan Tigaras tersebut, beberapa orang diantarnya dapat di selamatkan oleh sejumlah ABK KM Sumut II yang kebetulan tengah melayani penyeberangan di daerah tersebut.

Kanit Satpol Air Markas Danau Toba, Ipda Alfonso Pasaribu mengungkapkan setelah 45 menit lepas landas dari pelabuhan, kapal mengalami putus kemudi.

Hingga saat ini belum diketahui pasti penyebab kecelakaan kapal penumpang KM Sinar Bangun, namun cuaca buruk yakni angin kencang yang memicu tingginta gelombang ombak di perairan Danau Toba sejak siang tadi diperkirakan menjadi salah satu faktor pemicu kapal penumpang KM Sinar Bangun terombang-ambing hingga para penumpang panik dan memilih untuk keluar dan melompat dari kapal.

"Bukan tenggelam. Putus kendali. Cuaca saat itu juga buruk. Angin kencang, ombak juga cukup besar. Jadi penumpang menceburkan diri ke danau," ujar Ipda Alfonso Pasaribu.
Sejauh ini jumlah korban yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 2 orang namun demikian jumlah tersebut belum dapat dipastikan karena proses evakuasi dan pencarian masih terus dilakukan.


Sunday, 17 June 2018

Untuk Kesekian Kalinya. Antrian Kendaraan Mengular Di Pelabuhan Ferry Ajibata

Panjangnya libur lebaran tahun 2018 ini, membawa dampak positif ke sejumlah sektor pariwisata di Bonapasogit. Hal ini tampak dari tingkat kepadatan pengunjung di sejumlah objek wisata di kawasan danau toba, mulai dari objek wisata berbasis pantai hingga objek wisata alam dan rohani.

Pengunjung juga tampak memadati lokasi wisata TB Silalahi Center dan Pantai Lumban Bulbul Tobasa. Selain itu, kawasan pantai bebas Parapat-Simalungun juga tampak ramai dikunjungi wisatawan.
Demikian juga untuk sejumlah objek wisata di Pulau Samosir. Pulau yang di kelilingi danau toba tersebut, memiliki sejumlah lokasi wisata strategis yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan volume pengunjung.


Hal ini tarlihat dari ramainya jumlah pengunjung di daerah objek wisata Tomok Simanindo, Pantai Pasir Putih Parbaba, Pantai Indah Situngkir dan Pantai Tanda Rabun Pangururan. Sementara situasi yang sama juga tampak di kawasan Samosir bagin timur. Objek wisata yang baru di buka itu yakni Pantai Indah Silinggan Kecamatan Nainggolan juga terlihat ramai selama libur lebaran 2018.

Selain kepadatan pengunjung yang tampak di sejumlah objek wisata di Pulau Samosir, antrian kendaraan di pelabuhan penyeberangan ferry Ajibata menuju Samosir juga terjadi. Antrian kendaraan yang cukup panjang tersebut berlangsung berhari-hari. Dua unit kapal ferry yang melayani penyeberangan kendaraan untuk jalur Ajibata-Tomok itupun, silih berganti mengurai volume kendaraan yang antriannya sudah mengular.

Antrian kendaraan dengan volume yang sangat banyak seperti yang terjadi pada libur lebaran kali ini di daerah pelabuhan ferry Ajibata, sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Kondisi yang sama sudah cukup sering terjadi akibat jumlah kapal ferry untuk rute Ajibata-Tomok hingga saat ini hanya dilayani oleh dua unit kapal ferry. Namun demikian, antrian tersebut sepertinya akan terurai dengan rencana launchingnya kapal ferry berjenis roro gt 300 yang akan melayani penyeberangan Ajibata-Samosir pada bulan November 2018 mendatang.