Wednesday, 2 May 2018

Predator Yang Gampang Mati Dihempas Ombak Danau Toba

Munculnya spesies ikan baru di Danau Toba pada tahun 2014 silam menjadi awal penurunan populasi ikan pora-pora. Ikan yang oleh warga sekitar Danau Toba menyebutnya dengan nama ikan kaca-kaca ini, disinyalir sebagai penyebab kelangkaan ikan pora-pora dari Danau Toba.

Ikan kaca-kaca merupakan jenis ikan yang sesuai informasi dapat diolegh menjadi salah satu bahan utama makanan ringan krispy. Ikan kaca-kaca juga memiliki kandungan kalsium yang cukup besar. Bahkan  di luar negeri banyak yang sudah memanfaatkan atau mengonsumsi ikan kaca-kaca ini untuk mendapatkan asupan kalsium untuk kesehatan tulang.

Dari segi fisik, kulit atau sisik serta tulang ikan kaca-kaca ini tergolong sangat keras, dengan ukuran maksimal sebesar jari telunjuk, ikan kaca-kaca memiliki proses perkembangan yang sangat cepat. Selain itu ikan kaca-kaca juga tergolong sangat rakus. Hingga dalam hitungan bulan, populasi ikan pora-pora yang sebelumnya cukup banyak di Danau Toba, dengan cepat mengalami penurunan drastis hingga kelangkaan.

Anehnya, ikan yang dijuluki sebagai ikan predator terhadap ikan pora-pora tersebut, ternyata sangat lemah dan mudah mati. Hanya dengan hempasan ombak yang tidak begitu besar, ikan kaca-kaca akan melemah dan dalam hitungan menit, ikan kaca-kaca akan mati lalu mengapung hingga membusuk. Akibatnya akan menimbulkan bau tak sedap atau bau ikan busuk disekitar tepian Danau Toba.

Ironisnya, keberadaan ikan kaca-kaca di Danau Toba tidak mudah untuk di bersihkan, selain mengalami perkembangan yang sangat cepat, pihak yang pertama sekali menaburkan benih ikan predator tersebut, tidak diketahi pasti sehingga cara untuk membersikan keberadaan ikan kaca-kaca dari Danau Toba tidak dapat dilakukan.



Artikel Terkait


EmoticonEmoticon