Monday, 21 May 2018

Singkong Raksasa Dari Simanindo Kabupaten Samosir

Ubi kayu atau singkong merupakan salah satu tanaman yang tumbuh subur di daerah tropika maupun subtropika. Sebagai tanamam yang memiliki aneka ragam manfaat ini, singkong atau gadong dalam bahasa batak toba, dahulu menjadi salah satu bagian makan pokok atau dikonsumsi sebelum makan nasi.
Tanaman yang dapat di olah untuk aneka ragam makanan ini, cukup mudah berkembang, hanya dengan menanam batang ketela pohon, dalam waktu yang relatif tak lama akan tumbuh dan menghasilkan.

Namun beberapa tahun belakangan ini, tanaman singkong atau ubi kayu mulai mengalami penurunan produktifitas di Bonapasogit khususnya Samosir. Selain faktor pemasaran yang masih kecil, keberadaan babi hutan yang sering merusak tanaman singkong diduga menjadi salah satu faktor penyebab malasnya para petani untuk menanam ubi hingga menimbulkan kelangkaan singkong di Bonapasogit.


Melalui metode baru yang diperoleh para petani dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kabupaten Samosir, pengembangan pertanian khususnya untuk tanaman singkong dengan menggunakan metode demplot, menjadi salah satu langkah tepat bagi para petani untuk memperoleh hasil penanamam ubi kayu yang lebih baik.

Baru-baru ini, Petani Simanindo berhasil menerapkan metode baru tersebut. Dibantu oleh para Petugas  Penyuluh Lapangan (PPL)  Pertanian Kabupaten Samosir, petani dari Simanindo Samosir memamerkan buah singkong berukuran besar yang memiliki panjang hampir 2 meter. Singkong dengan variates unggul baru tersebut tentu akan lebih berpeluang mendapatkan pangsa pasar yang lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Bonapasogit yang dalam beberapa tahun belakangan ini sempat mengalami kelangkaan.

Foto: Pemkab Samosir Fb.



Artikel Terkait